Jumat, 28 November 2014

Les Renang Gita Di Gajayana Malang

Banyak ide, tapi mampet ditengah jalan.. entah kenapa ga nulis lagi setelah sekian lama. Padahal kan pengen banget menuhin blog. 
Kayanya masih terkesima dengan pekerjaan baru dengan bigboss yang ganteng dan team yang selalu support, apalagi kerjaannya tetep bisa 'momong' Gita. 
Okeey lanjut, karena niatnya ga ngomongin kerjaan, tapi.. tapiii... heheheee..
Gayanyaaa... seolah olaah deh kakaaak.. :))

Btw mau ngomogin hobi Gita lagi.. Iya, jadi kalo kemaren lagi suka banget sama sepatu roda, sekarang lagi kranjingan renang. Dari beberapa bulan yang lali setelah skolah Gita ga ngadain les renang Gita juga ga pernah renang lagi. Beberapa kali minta selalu pas repot, atau lagi males aja kekolah renang, hehehee..

So, ketika Gita diajakin temen buat ikut latihan renang bareng anaknya, Gita langsung sorak sorak bergembira.
Kebetulan anak temen ini latihanya di di Gajayana, capcuslah kita kesana di hari Sabtu dan minggu jam 3 sore..

Kali ini Gita ga boleh daftar dulu, Gita harus adaptasi sama lingkungañ termasuk sama teman dan pelatih. Menurut temen pelatihnya ga mau rempong 'ngemong', mengingat umur Gita masih kurang 4 tahun diaman diumur sgitu masih cenderung 'sak karepe dewe'. Yaweslaah gapapa, siapa tau tiba tiba mau diajarin pelatihnya.. 
Saya dan suami berfikir kalo Gita takut air lagi gegara lama ga renang. Dan ternyata diluar dugaan kami, Gita smangat banget renangnya. Dengan menggunakan pelampung dia meluncur kesana kemari selama 2 jam.. Kalo Gitanya smangat, ayah sama bunda pun ikut smangat nungguin..
Yeeeeyy, smangat ya kakaak..  *kecups*

Beruntungnya Saya Hidup di Era 90n

Sayup lagu merepih alam terdengah dikala malam. Suami lagi suka sukanya dengerin lagu lagu lama seperti lagu Crisye, Vina Panduwinata dan kawan kawannya yg aku ga begitu update. Karena tahunnya terlalu tua, hehehee. Lagunya bener bener lagu tidur, easy listening, dan suka banget.
Entah mengapa sejak beberapa tahun terakhir sama skali ga update lagu terbaru yang lagi ngehits. Saat ini pun sedang merasakan menurunnya kualitas musik tanah air.
Beda rasanya dengan musik tahun 90n ketika saya masih anak anak. Dewa 19 ketika Ari Lasso masih menjadi vocalis dengan Dewa saat ini bener bener beda. Kirana, Kangen, atau lagu lagu SO7 Sephia dan kawan kawannya sungguh membekas sekali diingatan saya.
Oohh.. betapa beruntungnya saya hidup diera 90n dengan lagu yg sangat berkualitas.
Cukuplah sekian sdikit curhatan malam ini, sungguh ga pantas saya mereview musik indonesia, karena memang ga begitu update..
Sekian dan terima amplop.. eeeh.. terimakasiihh...

Selasa, 28 Oktober 2014

Gita dan sepatu roda barunya



Beberapa minggu ga bisa ngeblog sama skali gegara jaringan internet yang tak kunjug membaik. Entah kenapa dirumah baru ini nggak banget deh sinyalnya, mana speedi belum masuk karena belum ada jaringan.. Yasudahlah akhirnya ya diterima wae..

Mau sedikit cerita tentang hobi baru Gita.. Jadi beberapa minggu ini dia ngotoot banget pengen yang namanya sepatu roda. Gara-garanya apa? Gara-garanya stiap hari ada iklan susu yang nyeritain anak yang pinter banget main sepatu roda.. langsung deeh ngototnya mulaiii.. 

Selain kadang sdikit ngotot dan kadang bisa dialihkam atau 'dislimurkan' dengan cara "Makanya Gita harus banyak berdoa, agar ayah cepat dapat rejeki". Akhirnya doalah menjadi cara jitu dia untuk mengmbil hati ayah bundanyaa.. Jadi kalo saya shalat ia langsung ikut dengan semangat, dan ketika selesai dia selalu berdoa dengan keras 'Ya Allah, semoga ayah dapat rejeki banyak yaa, biar bisa belikan aku sepatu roda'. Ya menurut nganaa... orang tua mana yang ga leleh kalo anaknya udah begitu.. hihihiii...

So, pada suatu kesempatan kita bertiga lihat latihan salah satu klub sepatu roda yang latihannya di lapangan rampal, Gita girangnya Masya Allah, tapi pulangnya nangiiis doonk minta sepatu roda. Dan ternyata si ayah yang baik hati sudah merencanakan untuk beliin gita sepatu roda. *yeeyy* bundanya seneeng juga donk ga mangkas anggaran bulanan..

Ayah yang mempunyai teman yang anaknya masuk ke klub sepatu roda sudah banyak sharing, mulai standar sepatu roda yang digunakan sampai dengan klub-klub yang ada dimalang.


Okey fix, akhirnya di kesokan harinya kita pergi ke Gramedia (arahan dari salah seorang temen). Disana sepatu rodanya standart digunakan untuk pemula. Hampir semua pemula di klub kagana menggunakan merk Cougar. Untuk Gita pake ukuran paling kecil yaitu S (30-33) meskipun masih kegedean, kan lumayan ya bisa awet lama.. hihihiii.. Segala perlengkapan sudah terbeli, dan saatnya untuk pulang.

Dipikirnya langsung bisa gitu yaa pake spatu roda. Untung semangat, sampe rumah langsung dicoba, beberapa kali jatuh sampe akhirnya bisa berdiri, diam dan seimbang, tapi masih diam lho ya belum jalan.. hihihiii...

Keesokan harinya kita datang untuk ikut latihan di klub in line skate malang kagana. Daftarnya murah bangeet cuma 100rb dan bulanannya cuma 50ribuu.. so, dengan semangat 45 Gita ikut latihan meskipun masih belum spenuhnya seimbang, dan kadang masih diam dan takuut.. smangaat Gitaa, smoga beneran jadi atlet yaa dan ga cuma main-main doang..


Rabu, 01 Oktober 2014

Hunian Nyaman dan Murah di Kota Malang

Setahun setelah menikah saya dan suami merencanakan untuk segera membeli rumah sendiri. Pas getol-getolnya pengen punya rumah hampir setiap weekend kita jalan-jalan buat hunting rumah di setiap sudut kota Malang. Dan ternyata harganya jauh dari perkiraan kami. Terus terang suami yang bekerja sebagi PNS terlalu berat dengan cicilan diatas 1,5 juta.

Mencari Rumah Subsidi Dari Pemerintah Kota Malang

Tanpa putus asa kita pun tetap mencari dan mencari. Setiap ada info mengenai perumahan yang disubsidikan untuk PNS kita datangi. Tetapi selalu menelan kekecewaan. Yang pertama mau dapat murah, harganya ga sampai 60 juta, tapi ternyata rumahnya nan jauuh di mato. Kami pun megurungkan niat karena lebih mikir ke masalah keamanan di daerah tersebut dan jarak kekota terlalu jauh meskipun masih dalam lingkup kota Malang. Ada juga di daerah Tlogomas yang notabenya masih ramai dan pastinya kota karena memang perumahan PNS, tapi lagi-lagi kami pun kecewa karena yang dapat rumah disitu hanya para pejabat daerah, bahkan wali kota yang menjabat pada saat itu punya rumah di daerah sana (Enggak banget kan yaa..). Trus katanya pemkot malang buka lahan lagi untuk PNS golongan bawah di daerah Bandulan, tapi lagi-lagi stiap kali bertanya ga pernah ada jawaban pasti. Yang katanya habislah, yang inilah dan yang itulah.

Akhirnya Dapat Subsidi Jugaa..
Tapi bukan dari pemerintah kota.. Ya sudahlah, karena ga mungkin kami mendapat rumah subsidi dari Pemerintah Kota Malang akhirnya kita tetap mencari dan mencari, sampai pada akhirnya pada tahun 2012 kita dapat info dari saudara jika ada perumahan subsidi dari kementrian perumahan RI di kota Malang dan membangun 10rb unit rumah RSS. Perumahan tersebut hanya diperuntukkan untuk pegawai yang mempunyai gaji di bawah 3 jutaa atau pengusaha kecil menengah.. Woooww.. dengan smangat kami daftar doonk..

Tepatnya di Jalan Ki Ageng Gribig Kelurahan Madyopuro, kami mendaftarkan diri untuk membeli rumah yang sangat sederhana. Saat mendaftar kami masih diantrian 300an sekian (konon katanya sekarang ini sudah mencapai 6000). Rumah subsidi ini bertype 36 dengan luas tanah 65m. Rumahnya pun sangat-sangat sederhana, 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi, lantainyapun masih ubin bukan porselen, dan temboknya bukan bata melainkan batako. Namanya juga murmer yaa, intinya kita beli tanah bonus bangunan plus bonus deket banget di pusat kota.. hehehee

Sesaat setelah mendaftar kami di hubungi pihak perumahan untuk memilih kavling dan membayar 1 juta rupiah saja. Oh ya, karena rumah subsidi jadi harganya sangat terjangkau, skitar 88juta. Setelah memilih kavling kami pun masih harus bayar uang muka sebesar 10% dan administrasi dkk yang meliputi amra air, listrik, dan setifikat. Jadi kalo ditotal sekitar 15 Juta. Fine, dengan semangat kita cari uang sebesar itu di Bank Jatim.. Hahaaaa, maklum PNS jadi apa-apa mintanya ke Bank Jatim dan potong gaji doonk.. Cicilannya pun sesuai dengan kemampuan kami yaitu 735rb per bulan selama 15 tahun.

Setelah melalui proses panjang mulai di tolak KPR oleh Danamon karena uang muka kami hutang di Bank Jatim akhirnya KPR BTN menerima kita dengan sepenuh hati. Proses hanya skitar 10 hari, dan akhirnya kami tanda tangan kontrak dengan BTN. Tepatnya pertengahan tahun 2013 kami dan pihak perumahan serah terima kunciii.. *Yeeeyyy* *Joget-joget*

Beginilah penampakan dari depan rumah subsidi milik kami

Senin, 29 September 2014

Merayakan Ulang Tahun Gita Yang Murah Nan Meriah di Early Grow

Sebelum jemput Gita pulang, yuk posting blog sebentar.
Posting pertama mau coba share soal ulang tahun Gita. Udah lama sih, tapi dari pada ga ada bahan.. hihihii..

Si bunda yang suka banget bikin party meskipun dengan budget yang apa adanya mencoba mengemas ultah gita yang murah tapi tetap meriah. Stiap tahun pasti dirayakan, kebetulan pas di umur 3 tahun Gita udah skolah di Daycare Early Grow di Jl. Sarangan - Malang Jawa Timur. Karena pas 2 tahun di rayakan dirumah nah sekarang waktunya di sekolah.

Semua persiapan dibantu sama Budhe Mirta dan si di Tante Ndut nan ginuk-ginuk. Mulai dari cupcakes, bento-bento, bungkus-bungkus kue, sampai dengan souvenir. Untuk undangan si ayah yang memang jago desain.

Karena budget yang sangat terbatas akhirnya oleh-oleh buat di bawa pulang ga banyak, hanya beberapa jajanan kecil dan yang pasti chocobar buatan bunda dengan cover foto Gita dan tumbler dari Tupperware sebagai souvenir. Untuk tuppynya ga mahal sih soalnya member dan ngumpulin dikit-dikit setiap bulan, so ketika ultah Gita datang tinggal persiapan lainnya. Label untuk oleh-oleh temannya pun si ayah yang desain.

Untuk nasi yang di bawa pulang pilihannya jatuh pada bento-bento.. Si tante Ndut emang jagonya bikin bento, dengan budget yang lagi-lagi ga banyak Bento untuk ultah Gita kalo ditotal ga sampai 15 ribu lhoo per kotaknya.




Pilih kue ulang tahun atau cupcakes ya?
Setelah ngobrol banyak dengan si empunya kue yang bernama Budhe Mirta, akhirnya pilihan jatuh pada capcakes. Selain lagi nge hits pada saat ini, pembagiannya juga enak, tinggal ambil ga pake ribet potong-potong, dan lagi-lagi ternyata lebih murah jugaa. Selain di beri krim yang yummy di atas cupcakes juga diberi hiasan bendera. Untuk bendera cupakes kali ini juga buat sendiri, yang pasti tetap mempercayakan si ayah sebagai desainernya.


Di sekolah yang memfasilitasi keperluan pendukung seperti MC, dan backdrop membuat saya ga perlu repot lagi mencari MC. Permainan pun sudah di persiapkan sekolah Gita, saya tinggal siapkan hadiah untuk pemenang, ga banyak juga sih, hanya nyiapin sekitar 9 hadiah yang murah meriah dan yang pasti berguna bagi yang dapatin.


Hhhhmm.. Hari H pun tiba, semua sudah siap aannd Lets Party Beibeeehh...


All Photo by Ayah