Selasa, 28 Oktober 2014

Gita dan sepatu roda barunya



Beberapa minggu ga bisa ngeblog sama skali gegara jaringan internet yang tak kunjug membaik. Entah kenapa dirumah baru ini nggak banget deh sinyalnya, mana speedi belum masuk karena belum ada jaringan.. Yasudahlah akhirnya ya diterima wae..

Mau sedikit cerita tentang hobi baru Gita.. Jadi beberapa minggu ini dia ngotoot banget pengen yang namanya sepatu roda. Gara-garanya apa? Gara-garanya stiap hari ada iklan susu yang nyeritain anak yang pinter banget main sepatu roda.. langsung deeh ngototnya mulaiii.. 

Selain kadang sdikit ngotot dan kadang bisa dialihkam atau 'dislimurkan' dengan cara "Makanya Gita harus banyak berdoa, agar ayah cepat dapat rejeki". Akhirnya doalah menjadi cara jitu dia untuk mengmbil hati ayah bundanyaa.. Jadi kalo saya shalat ia langsung ikut dengan semangat, dan ketika selesai dia selalu berdoa dengan keras 'Ya Allah, semoga ayah dapat rejeki banyak yaa, biar bisa belikan aku sepatu roda'. Ya menurut nganaa... orang tua mana yang ga leleh kalo anaknya udah begitu.. hihihiii...

So, pada suatu kesempatan kita bertiga lihat latihan salah satu klub sepatu roda yang latihannya di lapangan rampal, Gita girangnya Masya Allah, tapi pulangnya nangiiis doonk minta sepatu roda. Dan ternyata si ayah yang baik hati sudah merencanakan untuk beliin gita sepatu roda. *yeeyy* bundanya seneeng juga donk ga mangkas anggaran bulanan..

Ayah yang mempunyai teman yang anaknya masuk ke klub sepatu roda sudah banyak sharing, mulai standar sepatu roda yang digunakan sampai dengan klub-klub yang ada dimalang.


Okey fix, akhirnya di kesokan harinya kita pergi ke Gramedia (arahan dari salah seorang temen). Disana sepatu rodanya standart digunakan untuk pemula. Hampir semua pemula di klub kagana menggunakan merk Cougar. Untuk Gita pake ukuran paling kecil yaitu S (30-33) meskipun masih kegedean, kan lumayan ya bisa awet lama.. hihihiii.. Segala perlengkapan sudah terbeli, dan saatnya untuk pulang.

Dipikirnya langsung bisa gitu yaa pake spatu roda. Untung semangat, sampe rumah langsung dicoba, beberapa kali jatuh sampe akhirnya bisa berdiri, diam dan seimbang, tapi masih diam lho ya belum jalan.. hihihiii...

Keesokan harinya kita datang untuk ikut latihan di klub in line skate malang kagana. Daftarnya murah bangeet cuma 100rb dan bulanannya cuma 50ribuu.. so, dengan semangat 45 Gita ikut latihan meskipun masih belum spenuhnya seimbang, dan kadang masih diam dan takuut.. smangaat Gitaa, smoga beneran jadi atlet yaa dan ga cuma main-main doang..


Rabu, 01 Oktober 2014

Hunian Nyaman dan Murah di Kota Malang

Setahun setelah menikah saya dan suami merencanakan untuk segera membeli rumah sendiri. Pas getol-getolnya pengen punya rumah hampir setiap weekend kita jalan-jalan buat hunting rumah di setiap sudut kota Malang. Dan ternyata harganya jauh dari perkiraan kami. Terus terang suami yang bekerja sebagi PNS terlalu berat dengan cicilan diatas 1,5 juta.

Mencari Rumah Subsidi Dari Pemerintah Kota Malang

Tanpa putus asa kita pun tetap mencari dan mencari. Setiap ada info mengenai perumahan yang disubsidikan untuk PNS kita datangi. Tetapi selalu menelan kekecewaan. Yang pertama mau dapat murah, harganya ga sampai 60 juta, tapi ternyata rumahnya nan jauuh di mato. Kami pun megurungkan niat karena lebih mikir ke masalah keamanan di daerah tersebut dan jarak kekota terlalu jauh meskipun masih dalam lingkup kota Malang. Ada juga di daerah Tlogomas yang notabenya masih ramai dan pastinya kota karena memang perumahan PNS, tapi lagi-lagi kami pun kecewa karena yang dapat rumah disitu hanya para pejabat daerah, bahkan wali kota yang menjabat pada saat itu punya rumah di daerah sana (Enggak banget kan yaa..). Trus katanya pemkot malang buka lahan lagi untuk PNS golongan bawah di daerah Bandulan, tapi lagi-lagi stiap kali bertanya ga pernah ada jawaban pasti. Yang katanya habislah, yang inilah dan yang itulah.

Akhirnya Dapat Subsidi Jugaa..
Tapi bukan dari pemerintah kota.. Ya sudahlah, karena ga mungkin kami mendapat rumah subsidi dari Pemerintah Kota Malang akhirnya kita tetap mencari dan mencari, sampai pada akhirnya pada tahun 2012 kita dapat info dari saudara jika ada perumahan subsidi dari kementrian perumahan RI di kota Malang dan membangun 10rb unit rumah RSS. Perumahan tersebut hanya diperuntukkan untuk pegawai yang mempunyai gaji di bawah 3 jutaa atau pengusaha kecil menengah.. Woooww.. dengan smangat kami daftar doonk..

Tepatnya di Jalan Ki Ageng Gribig Kelurahan Madyopuro, kami mendaftarkan diri untuk membeli rumah yang sangat sederhana. Saat mendaftar kami masih diantrian 300an sekian (konon katanya sekarang ini sudah mencapai 6000). Rumah subsidi ini bertype 36 dengan luas tanah 65m. Rumahnya pun sangat-sangat sederhana, 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi, lantainyapun masih ubin bukan porselen, dan temboknya bukan bata melainkan batako. Namanya juga murmer yaa, intinya kita beli tanah bonus bangunan plus bonus deket banget di pusat kota.. hehehee

Sesaat setelah mendaftar kami di hubungi pihak perumahan untuk memilih kavling dan membayar 1 juta rupiah saja. Oh ya, karena rumah subsidi jadi harganya sangat terjangkau, skitar 88juta. Setelah memilih kavling kami pun masih harus bayar uang muka sebesar 10% dan administrasi dkk yang meliputi amra air, listrik, dan setifikat. Jadi kalo ditotal sekitar 15 Juta. Fine, dengan semangat kita cari uang sebesar itu di Bank Jatim.. Hahaaaa, maklum PNS jadi apa-apa mintanya ke Bank Jatim dan potong gaji doonk.. Cicilannya pun sesuai dengan kemampuan kami yaitu 735rb per bulan selama 15 tahun.

Setelah melalui proses panjang mulai di tolak KPR oleh Danamon karena uang muka kami hutang di Bank Jatim akhirnya KPR BTN menerima kita dengan sepenuh hati. Proses hanya skitar 10 hari, dan akhirnya kami tanda tangan kontrak dengan BTN. Tepatnya pertengahan tahun 2013 kami dan pihak perumahan serah terima kunciii.. *Yeeeyyy* *Joget-joget*

Beginilah penampakan dari depan rumah subsidi milik kami