Blitar,
Hari ini bangun pagi di blitar, ga ada yang bangunin, rumah sepi, ga ada aktifitas apapun, hanya liat abah yang terlihat semakin menua duduk di ruang tamu dan sedang asik dengan gadgetnya. Sesekali ia baca ayat-ayat al-qur'an, sepertinya ia sedang berdiskusi dengan temannya di what's app grup. Dulu sewaktu ada ibuk saya kalo bangun siang-siang, nunggu di bangunin dulu, bangun pun sudah ada sarapan, mau mandi di ambilin handuk.
Siap ga siap sih yaa.. hari ini pertama kali pulang setelah ditinggal ibu saya kaya orang bingung dirumah sendiri. Mau pulang kemalang mau bawa ini itu ga ada yang kebawa sama skali, baju, tempat minum, sarapan pun belum. Iya, setergatung itu saya sama ibu saya ketika pulang ke blitar . Apalagi hari ini mbak aan ga ada, smakin saya bingung mau ngapain. Sungguh bukan perkara mudah ditinggal pergi ibu secepat ini. Ibu bagi keluarga kami bagaikan pondasi, ketika pondasi itu hilang, jatuhlah kami. Tapi kami harus bertahan semampu kami untuk berdiri tegak kembali.
Untuk sekarang ini juga bukan perkara yang mudah pula jika suatu saat abah harus menikah lagi. Ini sangat sulit untuk kami ber empat. Sebenarnya sudah dengar kabar beberapa waktu yang lalu, sempat nangis, tapi harus kuat. Puncaknya hari ini, baru pagi tadi saya dipanggil budhe untuk datang kerumahnya. Saya tau apa yang akan dibicarakan, ga mungkin abah berani bilang ke saya sendiri. Saya yang keras butuh waktu untuk abah bicara dengan saya, dan sepertinya ga mungkin, karena bakalan saya tentang. Okey, kembali ke budhe. Budhe bilang kalo saatnya nanti abahmu bakalan menikah lagi, siapa yang ngopeni nanti, siapa yg ini yang itu, karena kebiasaan abah saya diladeni ibuk. Kesibukan kakak saya sebagai seorang wanita karir ga mungkin bisa setiap saat meladeni makan, kopi, atau apalah yg di butuhkan abah saat ini, saya tau juga jika beliau butuh teman intuk bercerita. Kalo ditanya saya iklas, jelas tidak. Saya terlalu sakit jika posisi ibuk ada yang menggantikan. Tapi saya masih berkeyakinan jika tidak semudah itu abah memutuskan untuk menikah kembali.
Andai saya punya daya upaya untuk membawamu, tak kubiarkan kau lepas ditangan orang lain.
Minggu, 20 Maret 2016
Rabu, 02 Maret 2016
KTP-el ku ga bisa terbit..
Beberapa
waktu yang lalu ada bapak-bapak datang ke kantor kelurahan untuk membuat KK dan
KTP. Dan seperti biasa, karena segera butuh untuk ngurus ini-itu akhirnya KK
yang masih ada tandatangan pak camat dan KTP yang masih SIAK harus segera diperbarui menjadi KTP-el. Nah, tapi setelah
saya kirim ke dispendukcapil ternyata KTP-el dan KK ga bisa diterbitkan karena data
bapaknya ada juga di kota lain juga. Nah, kok bisa gitu? Kok ada dua data?
Ternyata, bapak ini melakukan perekaman lebih dari satu kali di kota yang
berbeda.
Kalo
dulu kita bisa mempunyai KTP lebih dari satu dari kota yang berbeda, sekarang
sudah ga bisa lagi, hal ini dilakukan agar masyarakat tidak menyalahgunakan KTP
untuk hal-hal yang tidak diinginkan dan melanggar hukum. Mudahnya, NIK (Nomor Induk
Kependudukan) sekarang sudah online, setiap warga negara indonesia akan mendapatkan
satu NIK, jadi kemanapun kita pindah tempat NIK kita akan tetap sama.
Bagaimana
solusinya jika terjadi data ganda? Jadi, pilih salah satu ya mana yang mau di
hapus, dengan cara minta rujukan surat pindah dari kota yang bukan pilihan kita.
Setelah dapat pengantar dan data terhapus, kita baru bisa melakukan cetak
KTP-el kota yang kita tuju. Mudahkan yaa...
Langganan:
Postingan (Atom)


