Mencari Rumah Subsidi Dari Pemerintah Kota Malang
Tanpa putus asa kita pun tetap mencari dan mencari. Setiap ada info mengenai perumahan yang disubsidikan untuk PNS kita datangi. Tetapi selalu menelan kekecewaan. Yang pertama mau dapat murah, harganya ga sampai 60 juta, tapi ternyata rumahnya nan jauuh di mato. Kami pun megurungkan niat karena lebih mikir ke masalah keamanan di daerah tersebut dan jarak kekota terlalu jauh meskipun masih dalam lingkup kota Malang. Ada juga di daerah Tlogomas yang notabenya masih ramai dan pastinya kota karena memang perumahan PNS, tapi lagi-lagi kami pun kecewa karena yang dapat rumah disitu hanya para pejabat daerah, bahkan wali kota yang menjabat pada saat itu punya rumah di daerah sana (Enggak banget kan yaa..). Trus katanya pemkot malang buka lahan lagi untuk PNS golongan bawah di daerah Bandulan, tapi lagi-lagi stiap kali bertanya ga pernah ada jawaban pasti. Yang katanya habislah, yang inilah dan yang itulah.
Akhirnya Dapat Subsidi Jugaa..
Tapi bukan dari pemerintah kota.. Ya sudahlah, karena ga mungkin kami mendapat rumah subsidi dari Pemerintah Kota Malang akhirnya kita tetap mencari dan mencari, sampai pada akhirnya pada tahun 2012 kita dapat info dari saudara jika ada perumahan subsidi dari kementrian perumahan RI di kota Malang dan membangun 10rb unit rumah RSS. Perumahan tersebut hanya diperuntukkan untuk pegawai yang mempunyai gaji di bawah 3 jutaa atau pengusaha kecil menengah.. Woooww.. dengan smangat kami daftar doonk..
Tepatnya di Jalan Ki Ageng Gribig Kelurahan Madyopuro, kami mendaftarkan diri untuk membeli rumah yang sangat sederhana. Saat mendaftar kami masih diantrian 300an sekian (konon katanya sekarang ini sudah mencapai 6000). Rumah subsidi ini bertype 36 dengan luas tanah 65m. Rumahnya pun sangat-sangat sederhana, 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi, lantainyapun masih ubin bukan porselen, dan temboknya bukan bata melainkan batako. Namanya juga murmer yaa, intinya kita beli tanah bonus bangunan plus bonus deket banget di pusat kota.. hehehee
Sesaat setelah mendaftar kami di hubungi pihak perumahan untuk memilih kavling dan membayar 1 juta rupiah saja. Oh ya, karena rumah subsidi jadi harganya sangat terjangkau, skitar 88juta. Setelah memilih kavling kami pun masih harus bayar uang muka sebesar 10% dan administrasi dkk yang meliputi amra air, listrik, dan setifikat. Jadi kalo ditotal sekitar 15 Juta. Fine, dengan semangat kita cari uang sebesar itu di Bank Jatim.. Hahaaaa, maklum PNS jadi apa-apa mintanya ke Bank Jatim dan potong gaji doonk.. Cicilannya pun sesuai dengan kemampuan kami yaitu 735rb per bulan selama 15 tahun.
Setelah melalui proses panjang mulai di tolak KPR oleh Danamon karena uang muka kami hutang di Bank Jatim akhirnya KPR BTN menerima kita dengan sepenuh hati. Proses hanya skitar 10 hari, dan akhirnya kami tanda tangan kontrak dengan BTN. Tepatnya pertengahan tahun 2013 kami dan pihak perumahan serah terima kunciii.. *Yeeeyyy* *Joget-joget*
![]() |
| Beginilah penampakan dari depan rumah subsidi milik kami |
.jpg)
Wah asik banget yak kalo pilih apartemen yang deket kantor jadi enggak kebanyakan waktu di perjalanan. Aku pernah sih sewa apartemen di Jakarta, dan lumayan membantu juga.
BalasHapusSekarang makin canggih ya nyari apartemen anti ribet karena ada Jendela 360.